Terapi Akupunktur
TERAPI AKUPUNKTUR
Akupunktur adalah pengobatan dengan menggunakan tusuk jarum yang sudah diakui baik dalam pengobatan di Indonesia maupun di luar negeri.
Akupunktur dapat mengatasi berbagai penyakit dan diakui keandalannya dalam mengatasi rasa nyeri, baik akut maupun kronis yang tidak teratasi dengan pengobatan moderen.
Terapi yang disertai akupunktur
memberikan pemulihan yang baik dan lebih cepat daripada pasien yang hanya
menerima pengobatan konvensional dan fisioterapi. Pasien yang menerima terapi
akupunktur memiliki perbaikan fungsi saraf yang lebih baik daripada pengobatan
konvensional.
Tujuan dan Manfaat Akupunktur
Tujuan dilakukannya akupunktur yaitu untuk mengobati berbagai macam kondisi kesehatan. Alat-alat yang digunakan dalam terapi akupunktur cukup sederhana yakni jarum, alkohol, kapas serta alat elektro-akupunktur. Kelebihan terapi menggunakan tusuk jarum adalah langsung merasakan adanya perubahan setelah beberapa kali dilakukan terapi. Jarum yang digunakan untuk terapi hanya sekali pakai, sehingga terjaga sterilisasinya. Akupunktur dapat merangsang metabolisme tubuh, sirkulasi tubuh dan merangsang keseimbangan hormon tubuh.
Bahkan, beberapa studi telah menunjukkan bahwa akupunktur adalah pengobatan yang efektif untuk mengobati beberapa kondisi kesehatan berikut:
Mual yang disebabkan oleh anestesi bedah dan kemoterapi kanker.
Sakit gigi setelah operasi.
Kecanduan zat tertentu.
Sakit kepala seperti migrain.
Kram menstruasi.
Fibromyalgia.
Nyeri miofasial.
Osteoarthritis atau pengapuran sendi.
Nyeri punggung bawah.
Carpal Tunnel syndrome.
Asma
Dipercaya dapat membantu proses pemulihan penyakit stroke.
Teknik Terapi Akupunktur
Ada dua teknik dalam terapi akupunktur, yaitu akupunktur manual dan elektroakupunktur.
Elektroakupunktur merupakan salah satu metode manajemen nyeri non-farmakologi yang terbukti efektif menurunkan nyeri dengan efek samping yang hampir tidak ada serta terjangkau. Metode elektroakupunktur memberikan efek analgesik melalui pelepasan peptide opioid endogen yang menghasilkan pengeluaran dinorfin dengan menggunakan gelombang dense-dispersed dengan frekuensi 20 Hz
Selama tindakan, pasien dalam posisi terlentang, tengkurap, menyamping, atau duduk, tergantung kondisi pasien dan titik yang digunakan. Area yang akan ditusuk sebaiknya tidak ditutup untuk mencegah jarum berubah posisinya.
Jika Anda menutup jarum, biasanya ditutup dengan kain lembut dan bersih agar tidak memberikan tekanan pada jarum. Dokter mencuci tangannya dan mendisinfeksi area penusukan jarum dengan kapas alcohol lalu menempatkan jarum di area reseptor di mana pasien merasakan nyeri atau kesemutan dan kemudian mengatur ulang posisi jarum hingga nyeri hilang.
Perhatikan bahwa jarumnya sangat tipis, lebih kecil dari diameter alat suntik dan bahkan lebih kecil dari diameter jarum/jarum jahit. Jika diperlukan rangsangan listrik atau termal, jarum dihubungkan ke stimulator listrik atau dipanaskan.
Setelah waktu pengobatan berlalu (biasanya 20 hingga
30 menit), jarum dicabut dan pendarahan
mungkin terjadi sebagai efek samping.
Frekuensi/Dosis Terapi Akupunktur
Frekuensi kedatangan yang baik untuk terapi akupunktur tergantung kebutuhannya, apakah untuk pengobatan, perawatan tubuh atau untuk perawatan kesehatan. Untuk pengobatan dianjurkan 12 kali pertemuan dengan frekuensi satu minggu dua kali. Perawatan dua minggu sekali sangat berguna dalam merangsang sirkulasi darah, metabolisme tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Pada kasus tertentu terkadang
diperlukan obat-obatan sebagai pendukung penyembuhan dan sampai saat ini tidak
pernah ditemukan kontra indikasi terhadap akupunktur. Semua orang yang
menjalani terapi dapat menggunakan akupunktur yang tidak memasukkan obat
kedalam tubuh pasien.
Tempat melakukan Terapi Akupunktur
Untuk saat ini akupunktur sudah
diminati oleh banyak konsumen dan mulai banyak klinik penyembuhan atau salon-
salon kecantikan yang menyediakan pelayanan akupunktur untuk penyembuhan maupun
untuk kecantikan. Masyarakat hendaknya berhati-hati sebelum memutuskan untuk
mendapatkan pelayanan akupunktur. Mereka perlu mencari informasi apakah klinik
tersebut telah memiliki izin praktek. Di Indonesia, terdapat organisasi
akupunktur yang telah diresmikan oleh pemerintah, antara lain Himpunan Pengobat
Tradisional dan Akupunktur se Indonesia.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan Terapi Akupunktur
- Tidak melakukan akupunktur jika sedang hamil, menderita radang dibagian kulit, atau menggunakan alat pacu jantung.
- Pastikan terapis menggunakan jarum pribadi atau jarum sekali pakai, guna menghindari terjadinya penularan penyakit seperti hepatitis dan HIV/AIDS
- Waspada jika setelah menjalani akupunktur pasien mengalami infeksi karena penggunaan jarum yang tidak steril, pendarahan karena jarum menembus pembuluh darah, merasa nyeri hebat karena jarum menusuk jaringan saraf, mengalami perlukaan organ.
- Carilah akupunkturis yang memiliki ijin praktek dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten agar menghindari tindakan malpraktik
- Sebelum melakukan terapi, sebaiknya pasien berdiskusi dengan akupunkturis untuk mendapatkan penjelasan tentang penyakit yang ditemukan, rencana pengobatan, dan skedul pengobatan
Referensi
- Wirawan RP. Rehabilitasi stroke pada pelayanan kesehatan primer. Maj KedoktIndon. 2009; 59(2):61–71.
- Dalal S, Tanco KC, Bruera E. State of art of managing pain in patients with cancer. Cancer J. 2013;19(5):379-89.
- Novy DM, Aigner CJ. The biopsychosocial model in cancer pain. Curr Opin Support Palliat Care. 2014;8(2):117-23.
- Kiswojo, Kusuma A. Teori dan praktek ilmu akupunktur. Jakarta
Komentar
Posting Komentar